Minggu, 24 Maret 2024

 POLITEKNIK PARIWISATA MAKASSAR

 

Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Makassar yang dahulu dikenal dengan Akademi Pariwisata (AKPAR) Makassar, merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Kepariwisataan yang berstatus negeri di Kawasan Timur Indonesia dan telah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan tenaga pengajar berkualikasi S1, S2 dan S3 serta berpengalaman dalam dan luar negeri. Pada tahun 2009 saat masih berstatus AKPAR Makassar bekerjasama dengan STP Bali untuk program Diploma 4. Pada tanggal 29 September 2015 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Dr. Arief Yahya meresmikan perubahan status dari Akademi menjadi Politeknik. POLTEKPAR Makassar telah melahirkan alumni yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Bank Pemerintah dan Swasta, Manager Hotel Berbintang, Travel dan Penerbangan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Dubai serta Kapal Pesiar (Cruise Line)


Politeknik Pariwisata Makassar
Nama sebelumnya
Akademi Pariwisata Makassar
MotoAbsolutely Qualified
JenisPerguruan Tinggi Kedinasan
Didirikan18 September 1991
DirekturDr.Herry Rachmat Widjaja MM.Par.,CHE
Lokasi
AlamatJl. Gunung Rinjani No. 1, Kota Mandiri Tanjung Bunga, Kota Makassar
Nama julukanPoltekpar
AfiliasiKementerian Pariwisata Republik Indonesia
Situs webhttp://www.poltekpar-makassar.ac.id/

Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) yang diresmikan tanggal 18 September 1991 merupakan cikal bakal Poltekpar Makassar saat ini. BPLP Ujung Pandang merupakan prakarsa Bapak Ir. Yonathan L. Parapak yang saat itu menjabat Sekjen Deparpostel dan Bapak Prof. Dr. Ahmad Amiruddin selaku Gubernur Sulawesi Selatan. Pendirian BPLP di Ujung Pandang dimaksudkan untuk menjawab kekurangan tenaga profesional di bidang kepariwisataan.

Pada awalnya (BPLP) Ujung Pandang didirikan, dengan program sertifikat. Baru setahun kemudian membuka program pendidikan dengan jenjang pendidikan Diploma 2 untuk program studi Kantor Depan, Tata Graha, Tata Hidangan dan Tata Boga.

Setelah meluluskan alumni program diploma 2 yang pertama pada tahun 1994 selanjutnya BPLP pembuka program diploma 2 Usaha Pejalanan Wisata dan Diploma 3 (D3) lanjutan (1 Tahun) dari program Diploma 2 (D2), perhotelan. Selain itu, BPLP juga melakukan pelatihan usaha pariwisata dan manajemen kepariwisataan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kawasan Timur Indonesia.

Dua tahun kemudian, perguruan ini membuka jenjang Diploma III (D3) dengan program studi Manajemen Divisi Kamar, Manajemen Tata Hidangan, Manajemen Tata Boga, Manajemen Usaha Perjalanan. Pada tahun yang sama dilakukan kerjasama dengan British Council dalam hal bantuan tenaga pengajar.

Pada tahun 1997 perguruan ini berubah nama menjadi Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar sesuai keputusan menteri KM.27/OT.001/MPPT97. Saat itu juga dilaksanakan kerjasama dengan (Japan International Cooperation Agency (JICA) dan ALLIANCE Francaise dalam hal bantuan tenaga pengajar dan sarana pembelajaran. Selanjutnya Akpar Makassar menjalin kerjasama dengan AUSAID melalui bantuan tenaga pengajar dan MARA Institute (Malaysia) dalam pengiriman tenaga pengajar.

Sebagai pengembangan kerjasama sebelumnya, Akademi Pariwisata Makassar ditunjuk oleh AUSAID sebagai Makassar Tourism Training Project dengan Pilot Project selama empat tahun. Implementasi kerjasama tersebut adalah pelatihan dan pengujian berbasis kompetensi di bidang pariwisata dan sekaligus mengirim 12 dosen untuk belajar di Canberra Institute of Technology – Australia

Pada tahun 2007, Akpar Makassar menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional tentang Workshop Nasional sinergi Akademi Pariwisata Makassar dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Setelah itu, Akpar Makassar memperoleh akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk semua jurusan yang ada.

Selang setahun kemudian, Poltekpar Negeri Makassar menempati kampus baru di Jl. Gunung Rinjani di kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga. Sebelumnya, kampus Akpar Makassar berlokasi di Jl. Cenderawasih. Kampus baru tersebut berdiri di atas areal seluas kurang lebih 16 hektar dan dilengkapi dengan sederet fasilitas belajar mengajar, sarana laboratorium yang berstandar internasional.

Sejak 2010, Poltekpar Negeri Makassar juga membuka program pendidikan diploma empat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali. Dalam program afiliasi tersebut digelar tiga program studi yakni Administrasi Perhotelan, Manajemen Kepariwisataan serta Manajemen Konvensi dan Perhelatan.

Pada Bulan Septemner Tahun 2015, Akademi Pariwisata Makassar resmi beralih status menjadi Politeknik Pariwisata Makassar. Peresmian alih status tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr. H. Ir. Arief yahya, M.Sc.


Visi

 Untuk mewujudkan dan tercapainya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi disusunlah suatu visi. Visi itu berbunyi: Menjadi Perguruan Tinggi Kepariwisataan Unggulan yang Berbasis pada Kepribadian Indonesia, Menuju Daya Saing Internasional pada 2024.

Misi

 Untuk mewujudkan visi di atas, Politeknik Pariwisata Makassar memiliki misi: 1. menghasilkan SDM kepariwisataan unggulan yang tetap berkepribadian Indonesia; 2. mengembangkan penelitian terapan kepariwisataan yang berbasis pada pengetahuan, budaya, dan lingkungan lokal; 3. mengembangkan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan. 

Berdasarkan visi dan misi tahun 2020-2024, ditetapkan tujuan sebagai berikut:

  1.   Menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pariwisata yang kompeten dan profesional; Menyiapkan insan pengabdi pariwisata yang memiliki kemampuan profesional di bidang kepariwisataan, dengan berpedoman pada tujuan pendidikan nasional, kaidah, moral, dan etika ilmu pengetahuan. 
  2.  Mewujudkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai andil dan kontribusi kepada dunia industri dan masyarakat; Menghasilkan hasil penelitian di bidang kepariwisataan yang memiliki keunggulan kompetitif secara nasional maupun internasional, yang bisa dimanfaatkan oleh dunia industri pariwisata maupun masyarakat. 
  3. Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi standar internasional. Dengan sarana dan prasarana yang memenuhi standar, diharapkan pencapaian sasaran yang ditetapkan dapat berlangsung secara efektif dan esien.
  4.  Mewujudkan Kerja Sama Pengembangan SDM Bidang Pariwisata. Pengembangan SDM Pariwisata tidak bisa dilakukan hanya oleh salah satu pihak saja. Prosesnya harus dilakukan secara bersama-sama dalam porsi masing-masing. Atas dasar pemikiran inilah perlu dilakukan kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam bidang pariwisata ini.


1. Jurusan Hospitality :

 Program Studi

  1.  D3 Manajemen Divisi Kamar (MDK)
  2.  D3 Manajemen Tata Hidang (MTH)
  3.  D3 Manajemen Tata Boga (MTB) 
  4. D4 Pengelolaan Perhotelan (PPH) 

2. Jurusan Perjalanan : 

Program Studi:

  1. D3 Manajemen Bisnis Perjalanan Wisata (MJP) 
  2. D4 Usaha Perjalanan Wisata (UPW)
  3.  D4 Manajemen Bisnis Konvensi Dan Perhelatan (MKH) 

3. Jurusan Kepariwisataan :

 Program Studi:

  1.  D4 Destinasi Pariwisata (DPA)

Jl. Gunung Rinjani Kota Mandiri Tanjung Bunga Makassa, Sulawesi Selatan. 90224 

Telp: (0411) 838456. Fax: (0411) 838366 email@poltekparmakassar.ac.id 



Politeknik Pariwisata Makassar terus berusaha untuk Meningkatkan dan Memperbaiki Fasilitas Penunjang guna mendukung Proses Belajar Mengajar di lingkungan poltekpar Makassar, adapun fasilitas penunjang pendidikan yang dimiliki, diantaranya: 

1. Laboratorium praktek bertaraf internasional
  1.   ruang simulasi Biro Perjalanan Wisata (Travel Simulation)
  2.   Sistem Ticketing Online berbasis Abacus 
  3.  Hotel Praktek (Guest House) 
  4.   Front Ofce dan Housekeeping Simulation
  5.   Sistem Operational Hotel berbasis Teknologi Cakrasoft
  6.   Laboratorium Praktik Laundry dan Dry Cleaning
  7.   Dapur Nusantara dan Kontinental
  8.   Restoran dan Bar Praktik
  9.   Laboratorium Bahasa
  10.   Lab. Destinasi digital
  11.   Pusat informasi pariwisata (TIC)
  12.   Lab. Pusat Bahasa Destinasi 
  13.  Lab. Outdor show garden 
  14.  Lab. Outdor benteng somba opu dan museum karaeng patingalloang
  15.   Lab. DTW Wonderful Lake 

2. Gedung Perpustakaan 
3. Sarana ko-kurikuler dan keagamaan termasuk sarana olahraga dan kesenian yang lengkap serta tempat ibadah. 
4. Asrama Mahasiswa dan Mahasiswi dengan biaya sewa yang sangat terjangkau.
 5. Akses Internet (hotspot/wi) di seluruh area kampus

Jumat, 16 Februari 2024

PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING

 PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING DIINDONESIA SAAT INI



Di era digital seperti saat ini, tren marketing terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih dengan hadirnya dunia internet. Digital marketing hadir sebagai suatu inovasi baru dalam dunia marketingDigital marketing merupakan proses pemasaran suatu produk atau jasa melalui digital atau internet.

Di Indonesia, digital marketing sudah sangat berkembang mengingat pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat. Menurut survey yang dilakukan oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia yang selalu meningkat 10% tiap tahunnya. Di tahun 2017, tercatat sebanyak 143,25 juta penduduk telah menggunakan internet. Tidak heran apabila digital marketing dapat berkembang secara pesat dalam memasarkan produknya di Indonesia.

Layanan content marketplace GetCraft merilis sebuah laporan tentang perkembangan digital marketing di Indonesia. Tren digital marketing yang terus berubah sewaktu waktu, membuat kita harus pintar melihat peluang dalam memanfaatkannya. Berikut laporan dari GetCraft tentang perkembangan digital marketing di Indonesia saat ini:

  1. Email menjadi platform paling efektif untuk digital marketing
    Menurut data dari Radicati, kurang lebih terdapat 2,8 miliar orang yang menggunakan email sebagai alat untuk berkomunikasi secara digital. Secara marketing, email juga sangat efektif karena mampu meningkatkan ROI. Dengan masih banyaknya pengguna email di dunia, email masih dianggap sebagai platform pemasaran yang paling efektif. Selanjutnya disusul oleh iklan di sosial media, content marketing, dan influencer marketing.



    2.Platform digital memiliki peluang besar
    Berdasarkan survey dari GetCraft, bahwa content marketingplatform mobile dan pengalaman konsumen adalah tiga kategori paling besar yang masih dapat dieksplorasi lebih dalam lagi. Bahkan, ketiga hal tersebut sangat mungkin untuk saling dihubungkan satu sama lain agar memiliki potensi marketing yang tinggi dengan menggunakan proses integrasi yang tepat.
    Dengan berkembangnya perkembangan teknologi, kecepatan internet yang semakin tinggi, banyaknya tools marketing, hingga tren yang selalu berubah mengikuti pasar, digital marketing akan menjadi salah satu metode pemasaran yang paling efektif dan secara bertahap akan menggeser metode pemasaran lainnya.



  1. Tantangan di digital marketing
    Dalam laporannya, bahwa tantangan utama pelaku pemasaran di Indonesia adalah terbatasnya dana, ketrampilan, serta kurangnya sumber daya. Sedangkan bagi pengiklan, tantangannya yaitu kurangnya pemahaman tentang tujuan dari digital marketing. Kurang lebih 50% pengiklan kurang memahami metode pemasaran yang efektif bagi bisnis mereka. Akibatnya, sebagian besar konten digital marketing lebih ditujukan untuk membangun awareness, bukan untuk menghasilkan penjualan langsung atau direct sales.








Rabu, 14 Februari 2024

Literasi Digital

 LITERASI DIGITAL



Pengertian literasi digital
Pengertian literasi digital Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya..

 Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

sumber https://www.kompas.com/

Pengertian Literasi Digital Literasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Literacy yang dapat diartikan kemampuan baca tulis. Menurut UNESCO literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan,berkomuniksi, menghitung dan mengunakan bahan cetak dan tulisan yang terkait dengan berbagai kontek, dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) “Literasi merupakan kemampuan membaca, menulis, dan kemampuan individu dalam mengolah Informasi".
  Digital dalam KBBI berhubungan dengan angka-angka dalam sistem penomoran tertentu. Literasi biasanya digabungkan dengan suku kata lain untuk menunjukan kemampuan dalam bidang tertentu. Arti kata literasi digital adalah kemampuan dalam membaca, menulis, mengolah informasi dalam sistem penomoran tertentu

sumber  http://repository.unpas.ac.id/





Arti literasi digital dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis yang dibentuk dalam digital. Bentuk literasi digital kini banyak kita temui di internet ataupun di perpustakaan kota dan perpustakaan daerah. Salah satu bentuk literasi digital yang bisa dan sering kita jumpai di internet berbentuk ebook ataupun bahan bacaan yang berbentuk digital, dan tidak harus terpampang di internet.
Arti literasi digital kini sudah mulai berkembang. Tidak hanya sekedar literasi ditigal dan literasi secara umum saja. Tetap ada pula istlah yang disebut dengan literasi komputer, literasi media, literasi sekolah dan literasi sains.
Arti literasi digital secara garis besarnya sebenarnya dapat diartikan sebagai upaya memahami, menggunakan, melibatkan, mentransformasi teks dan menganalisis. Dimana kelima hal tersebut sebenarnya berfokus pada kompetensi atau mengembangkan kemampuan dalam membaca dan menulis.
Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.
 Sumber https://pustaka.bunghatta.ac.id/


Literasi digital adalah komponen penting dalam bidang teknologi, khususnya sistem informasi. Kemampuan ini berfokus pada penggunaan teknologi sebijak mungkin untuk menciptakan komunikasi yang interaktif sekaligus positif. Selain itu, penerapannya juga dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Literasi digital adalah pengetahuan seseorang atau pengguna dalam memanfaatkan media digital. Media digital yang dimaksud ini meliputi  jaringan internet, alat komunikasi, dan lain sebagainya. Maksud pengetahuan tersebut adalah kemampuan untuk mengumpulkan, menggunakan, dan memanfaatkan media digital secara bijak.
Sumber https://graduate.binus.ac.id/ 



 
literasi digital adalah upaya dalam memanfaatkan teknologi dalam menemukan, menggunakan dan menyebarluaskan informasi dalam dunia digital seperti saat ini. Sementara itu Common Sense Media, memiliki pendapat lain soal pengertian istilah ini.
Literasi digital kominfo mencakup tiga kemampuan yang berupa kompetensi dalam pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami konten digital hingga menilai kredibilitas dengan meneliti hingga melakukan komunikasi dengan alat yang tepat. Dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan upaya yang diperlukan seseorang di era sekarang guna menyaring informasi secara akurat.
Literasi yang buruk bisa berdampak tidak baik juga bagi psikologis seseorang, khususnya usia remaja karena cenderung labil dan sering menelan mentah-mentah informasi. Tanpa mencari tahu lebih dulu kebenaran dan seberapa akurat informasi yang didapat itu, kondisi ini membuat tak sedikit munculnya kegaduhan karena salah mendapat informasi yang kemudian disebarluaskan.
Sumber ampoernauniversity.ac.id



Literasi digital adalah salah satu indikator dalam pendidikan dan kebudayaan untuk menciptakan cara berfikir peserta didik yang kritis dan kreatif. Literasi digital memicu peserta didik dari penerima informasi yang pasif menjadi aktif. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai informasi secara luas dan bebas yang diperoleh melalui bantuan digital. Pengunaan secara luas dan bebas yang dimaksud tentunya dalam ruang lingkup norma, etika dan budaya. Untuk dapat bijak dalam literasi digital dalam pendidikan, peserta didik perlu memperhatikan dan mempedomani beberapa basis yaitu; basis Dumaris E.  
Silalahi 3 culture, cognitive, constructive, communicative, responsibility, creative, critics, and social responsibility. Basis culture adalah peserta didik harus mampu memahami ragam konteks dan budaya terhadap pengguna literasi digital. Pada basis cognitive peserta didik mampu menilai dan memilih konten literasi digital. Pada basis constructive, peserta didik berperan aktif dalam melaksanakan reka cipta informasi berdasarkan fakta. Pada basis communicative, peserta didik memahami kinerja jejaring dan mampu berkomunikasi dengan baik melalui digital.
 Sumber repository.uhn.ac.id




  POLITEKNIK PARIWISATA MAKASSAR   Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Makassar yang dahulu dikenal dengan Akademi Pariwisata (AKPAR) Makassar...