Jumat, 16 Februari 2024

PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING

 PERKEMBANGAN DIGITAL MARKETING DIINDONESIA SAAT INI



Di era digital seperti saat ini, tren marketing terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih dengan hadirnya dunia internet. Digital marketing hadir sebagai suatu inovasi baru dalam dunia marketingDigital marketing merupakan proses pemasaran suatu produk atau jasa melalui digital atau internet.

Di Indonesia, digital marketing sudah sangat berkembang mengingat pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat. Menurut survey yang dilakukan oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia yang selalu meningkat 10% tiap tahunnya. Di tahun 2017, tercatat sebanyak 143,25 juta penduduk telah menggunakan internet. Tidak heran apabila digital marketing dapat berkembang secara pesat dalam memasarkan produknya di Indonesia.

Layanan content marketplace GetCraft merilis sebuah laporan tentang perkembangan digital marketing di Indonesia. Tren digital marketing yang terus berubah sewaktu waktu, membuat kita harus pintar melihat peluang dalam memanfaatkannya. Berikut laporan dari GetCraft tentang perkembangan digital marketing di Indonesia saat ini:

  1. Email menjadi platform paling efektif untuk digital marketing
    Menurut data dari Radicati, kurang lebih terdapat 2,8 miliar orang yang menggunakan email sebagai alat untuk berkomunikasi secara digital. Secara marketing, email juga sangat efektif karena mampu meningkatkan ROI. Dengan masih banyaknya pengguna email di dunia, email masih dianggap sebagai platform pemasaran yang paling efektif. Selanjutnya disusul oleh iklan di sosial media, content marketing, dan influencer marketing.



    2.Platform digital memiliki peluang besar
    Berdasarkan survey dari GetCraft, bahwa content marketingplatform mobile dan pengalaman konsumen adalah tiga kategori paling besar yang masih dapat dieksplorasi lebih dalam lagi. Bahkan, ketiga hal tersebut sangat mungkin untuk saling dihubungkan satu sama lain agar memiliki potensi marketing yang tinggi dengan menggunakan proses integrasi yang tepat.
    Dengan berkembangnya perkembangan teknologi, kecepatan internet yang semakin tinggi, banyaknya tools marketing, hingga tren yang selalu berubah mengikuti pasar, digital marketing akan menjadi salah satu metode pemasaran yang paling efektif dan secara bertahap akan menggeser metode pemasaran lainnya.



  1. Tantangan di digital marketing
    Dalam laporannya, bahwa tantangan utama pelaku pemasaran di Indonesia adalah terbatasnya dana, ketrampilan, serta kurangnya sumber daya. Sedangkan bagi pengiklan, tantangannya yaitu kurangnya pemahaman tentang tujuan dari digital marketing. Kurang lebih 50% pengiklan kurang memahami metode pemasaran yang efektif bagi bisnis mereka. Akibatnya, sebagian besar konten digital marketing lebih ditujukan untuk membangun awareness, bukan untuk menghasilkan penjualan langsung atau direct sales.








Rabu, 14 Februari 2024

Literasi Digital

 LITERASI DIGITAL



Pengertian literasi digital
Pengertian literasi digital Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya..

 Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

sumber https://www.kompas.com/

Pengertian Literasi Digital Literasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Literacy yang dapat diartikan kemampuan baca tulis. Menurut UNESCO literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan,berkomuniksi, menghitung dan mengunakan bahan cetak dan tulisan yang terkait dengan berbagai kontek, dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) “Literasi merupakan kemampuan membaca, menulis, dan kemampuan individu dalam mengolah Informasi".
  Digital dalam KBBI berhubungan dengan angka-angka dalam sistem penomoran tertentu. Literasi biasanya digabungkan dengan suku kata lain untuk menunjukan kemampuan dalam bidang tertentu. Arti kata literasi digital adalah kemampuan dalam membaca, menulis, mengolah informasi dalam sistem penomoran tertentu

sumber  http://repository.unpas.ac.id/





Arti literasi digital dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis yang dibentuk dalam digital. Bentuk literasi digital kini banyak kita temui di internet ataupun di perpustakaan kota dan perpustakaan daerah. Salah satu bentuk literasi digital yang bisa dan sering kita jumpai di internet berbentuk ebook ataupun bahan bacaan yang berbentuk digital, dan tidak harus terpampang di internet.
Arti literasi digital kini sudah mulai berkembang. Tidak hanya sekedar literasi ditigal dan literasi secara umum saja. Tetap ada pula istlah yang disebut dengan literasi komputer, literasi media, literasi sekolah dan literasi sains.
Arti literasi digital secara garis besarnya sebenarnya dapat diartikan sebagai upaya memahami, menggunakan, melibatkan, mentransformasi teks dan menganalisis. Dimana kelima hal tersebut sebenarnya berfokus pada kompetensi atau mengembangkan kemampuan dalam membaca dan menulis.
Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.
 Sumber https://pustaka.bunghatta.ac.id/


Literasi digital adalah komponen penting dalam bidang teknologi, khususnya sistem informasi. Kemampuan ini berfokus pada penggunaan teknologi sebijak mungkin untuk menciptakan komunikasi yang interaktif sekaligus positif. Selain itu, penerapannya juga dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Literasi digital adalah pengetahuan seseorang atau pengguna dalam memanfaatkan media digital. Media digital yang dimaksud ini meliputi  jaringan internet, alat komunikasi, dan lain sebagainya. Maksud pengetahuan tersebut adalah kemampuan untuk mengumpulkan, menggunakan, dan memanfaatkan media digital secara bijak.
Sumber https://graduate.binus.ac.id/ 



 
literasi digital adalah upaya dalam memanfaatkan teknologi dalam menemukan, menggunakan dan menyebarluaskan informasi dalam dunia digital seperti saat ini. Sementara itu Common Sense Media, memiliki pendapat lain soal pengertian istilah ini.
Literasi digital kominfo mencakup tiga kemampuan yang berupa kompetensi dalam pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami konten digital hingga menilai kredibilitas dengan meneliti hingga melakukan komunikasi dengan alat yang tepat. Dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan upaya yang diperlukan seseorang di era sekarang guna menyaring informasi secara akurat.
Literasi yang buruk bisa berdampak tidak baik juga bagi psikologis seseorang, khususnya usia remaja karena cenderung labil dan sering menelan mentah-mentah informasi. Tanpa mencari tahu lebih dulu kebenaran dan seberapa akurat informasi yang didapat itu, kondisi ini membuat tak sedikit munculnya kegaduhan karena salah mendapat informasi yang kemudian disebarluaskan.
Sumber ampoernauniversity.ac.id



Literasi digital adalah salah satu indikator dalam pendidikan dan kebudayaan untuk menciptakan cara berfikir peserta didik yang kritis dan kreatif. Literasi digital memicu peserta didik dari penerima informasi yang pasif menjadi aktif. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai informasi secara luas dan bebas yang diperoleh melalui bantuan digital. Pengunaan secara luas dan bebas yang dimaksud tentunya dalam ruang lingkup norma, etika dan budaya. Untuk dapat bijak dalam literasi digital dalam pendidikan, peserta didik perlu memperhatikan dan mempedomani beberapa basis yaitu; basis Dumaris E.  
Silalahi 3 culture, cognitive, constructive, communicative, responsibility, creative, critics, and social responsibility. Basis culture adalah peserta didik harus mampu memahami ragam konteks dan budaya terhadap pengguna literasi digital. Pada basis cognitive peserta didik mampu menilai dan memilih konten literasi digital. Pada basis constructive, peserta didik berperan aktif dalam melaksanakan reka cipta informasi berdasarkan fakta. Pada basis communicative, peserta didik memahami kinerja jejaring dan mampu berkomunikasi dengan baik melalui digital.
 Sumber repository.uhn.ac.id




  POLITEKNIK PARIWISATA MAKASSAR   Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Makassar yang dahulu dikenal dengan Akademi Pariwisata (AKPAR) Makassar...